sekarang waktuku sangat luang. sangat sangat luang. sampai semua yang kulakukan belum cukup untuk membunuh waktu.
siang tadi ada dua kejadian yang mengagetkanku di saat yang sangat tidak tepat. di saat berleha-leha dengan santainya.
- pertama : kakek sakit. okay, tentang ini sudah kujelaskan luas luas di postingan sebelum ini. jadi udah gak perlu penjabaran lagi
- kedua : pas lagi asik asiknya muka buku-an (facebook-an .red), kakak iparku ngabarin that my another 'mbah' in balikpapan was passed away 2 days ago. jeder. siapa yang gak kaget.
sekali lagi. hal ini tentang kakek. entah mengapa aku merasa sangat depresi sekarang. kakek. cuma beliau satu satunya sosok kakekku yang masih ada sekarang ini. hanya beliau seorang yang kupanggil dengan sebutan kakek sedari kecil hingga sekarang. hanya beliau.
memang kami tidak terlalu dekat. memang kami jarang bertemu. tapi hal itu tetap tidak melunturkan sayangku padanya. ya aku menyayanginya, sangat. apa ada yang salah dengan hal itu. tidak kan
aku baru akan menuju surabaya pada hari selasa. itu waktu yang cukup lama kupikir. lama sekali. aku cuma bisa meminta kepada allah. tolong ya allah, jangan ambil kakekku sampai aku ada di sampingnya, sampai aku bisa menyentuh tangan dan wajahnya, sampai aku bisa mengucapkan selamat tinggal kepadanya. hanya itu pintaku ya allah. toloooooonng
buat kakek, maaf kalau aku nakal. maaf kalau aku jahat. maaf kalau aku tidak bisa cepat berada di sampingmu ketika kau sakit seperti saat ini. maaf jika egoku masih terlalu kuat. maaf kek. maaaaff.
aku tidak ingin menangis sekarang. aku akan mencoba untuk tetap tegar. tetap tersenyum buat kakek walaupun memang itu sangat berat. siapa yang bisa. tapi ini demi kakek. agar beliau bisa merasa sedikit tenang dan pergi dengan senyuman.
kejadian seperti ini mengingatkanku kepada mbah ni. tubuh renta yang membesarkanku menjagaku ketika aku masih kecil, masih nakal. beliau pergi begitu saja. tanpa aku sempat mengucapkan selamat tinggal padanya. tanpa ku tahu dimana tempat peristirahatan terakhirnya hingga saat ini.
aku tidak mau itu terulang lagi. tidak mau. ya allah, berikan aku kesempatan sekali saja ya allah. engkau yang maha pemurah ya allah. engkau yang maha kuasa. saat ini aku hanya bisa meminta pertolonganmu. demi kakekku ya allah. demi kakekku. the only one grandfather i ever had :(
apa lagi yang bisa kukatakan sekarang. yang tertuang sekarang hanya jeritan hati. sia sia. hanya mengaduk aduk emosi saja. aku sudah tidak tahu. apa kalian akan merasakan hal yang sama?

0 komentar:
Post a Comment