Produktif amet ya nulis dua postingan dalam waktu setengah jam dalam sehari. Maklum pengaruh pikiran. Bukan galau loh ya. Puhlease.
Melihat sesuatu yang terang dari jauh itu sudah sedikit menyilaukan. Apalagi dari dekat, kan? Nah, itu yang gue rasain sekarang. Gak akan gue tutup tutupi soalnya ini kan bukan aurat. Tapi tentu siriknya gak berdampak jadi hal negatif yaa :p
Sudah hampir setahun gue terjebak dengan orang-orang ini. Kalo mereka baca pasti udah kege-eran dan bilang --> 'itu pasti kita yang dia maksud'. Nah, gotcha! Iya itu emang kalian. HEI! Kenapa gak disebutin aja sih siapanya. Ya, ngapain. Nanti kalian tambah terkenal dan gue jadi tambah sirik *devil laugh*
Sebenernya gue sirik karena gue gak mampu seperti mereka. Menjadii orang-orang yang bisa mereka hipnotis buat teriak 'GYAAAA!!!' versi super lebay-nya. Aih. Dunia apa ini. Itu pasti pikiran yang terlintas di otak unyu gue ketika orang-orang yang malang itu berteriak-teriak sampai sekarat, mungkin. Tapi dibalik ke 'apa-sih!'an gue, terpendam maksud untuk menyiriki mereka. Dan pasti ada waktu gue terdiam sesaat untuk mikir, kapan gue bisa kayak mereka? Muluk ya. *ngakak*
Pasti mikir deh, ngapain sih nulis ginian gak penting? Ya daripada gue ngomong langsung, enakan nulis jadi bisa nyerocos. Lagi juga gue tau mereka pasti bakal narik gue cepat atau lambat buat ada di posisi mereka. Bukan gue kege-eran sih. Sorry yeh :p
Bukannya gak mau, cuma merasa belum pantas aja. Dan gak tau kapan belum pantas itu bakal berubah jadi pantas.
Kenapa gue sering gak yakin dengan kemampuan gue sendiri? Itu semua berkat cermin ajaib. Tadaaaaa~!! *plak* bukan becandaan sih. Mungkin terlalu seringnya gue ngaca -bukan dalam konotasi sebenarnya- tentang apa yang gue bisa dan mampu.
Tapi tenang, gue masih pengen kok buat terjun bebas ke posisi itu. Hanya nunggu nyali dan skill gue gak tokak (red. looser) lagi aja.
Buat sekarang, gue sudah merasa cukup kok dengan posisi ini, posisi yang bisa menikmati -dengan penuh kesirikan- silaunya sinar kalian yang sebentar lagi bakal jadi tambah terang. Amin :)
Jangan khawatir -meskipun gak ada satupun yang khawatir xD- gue masih berusaha secara tersirat kok :)
----------
Malang, 21 November 2011
Sincerly, Me! :3
Sirik tanda belum mampu.
I won't do that anymore
I won't do that anymore!
Itu kalimat yang selalu bergema di hati gue. Yang dimaksud dengan 'that' di atas itu apa? Entahlah. Anggaplah gue itu salah satu orang yang gak memandang ke belakang. Jadi hal itu gak akan gue singgung di sini. Sama-sekali.
I won't do that anymore!
Perlahan hati ini terbalut janji dengan kalimat itu. Helai demi sehelai. Kalau orang bilang, seorang pembunuh itu gak bakal pernah berubah jadi seorang pengasuh, gue akui itu benar. Tapi ada beberapa bagian di dalam kalimat itu yang harus gue benahi di sini. Yang -menurut gue- itu benar adalah seorang pembunu itu bisa berubah jadi seorang pengasuh tidak dalam waktu yang cepat dan juga jika ada keinginan mutlak dari dalam hatinya.
Paham kan dengan kata 'tidak dalam waktu yang cepat'? Ya, intinya, semua itu butuh proses. Seperti ingin merasakan manisnya gula dalam secangkir kopi pahit. Gula tersebut butuh proses kan untuk bercampur dengan kopi? Nah, begitu analoginya dan seperti itu juga yang gue sedang usahakan sekarang.
Untuk yang tidak mengerti pasti dan wajar kalo berfikiran, 'katanya mau berubah. mana?'
Ya, lagi lagi gue tekanin di sini. Gue sedang dalam usaha yang sangat keras untuk bisa bilang 'akhirnya gue gak melakukannya lagi'. Kalo ada yang ngerti sih ya sukur.
Dan lagi kalo ada yang bilang kenapa gue bisa segini kuat ngejalanin sendirian. Hmm, well, gue gak sendirian :) tersirat saja pasti sudah ngerti, kan? :D
Dan satu kata yang bisa gue ucapin buat yang gak ngebiarin gue sendirian, Terimakasih :*
------------
Malang, 21 November 2011
Sincerly, Me! :3
:) vs :'(
Ketika sebuah senyuman dihargai seperti harta yang tak ternilai.
Hanya beberapa orang saja yang mengerti apa arti dari sebuah senyuman. Hanya beberapa orang saja. Gue sendiri yang udah hidup lebih dari 15 tahun di dunia ini belum mengerti apa arti dari senyuman. Yang gue tau hanya, ketika tersenyum itu semuanya terasa ringan sekali. Seperti tidak ada beban. Padahal, masalah yang menumpuk itu banyak. Sekali.
Kau ingat senyuman bayi?
Pernah melihat bayi tersenyum dengan lebarnya?
Menyenangkan bukan melihatnya?
Senyuman mungkin salah satu dari obat terbaik yang diciptakan tuhan. Dari senyuman kita bisa untuk tidak, atau mungkin lebih tepatnya mengabaikan rasa sakit yang kita rasakan. Itulah senyuman. Healing. Walau cuma sesaat sih. Tapi cukup membantu kan untuk orang yang ingin rehat (sangat) sebentar dari masalahnya.ketika sebuah tangisan muncul, sebuah kejujuran akan tampak.
Tangisan itu sesuatu yang sangat dihindari. Mengapa? Karena kau akan merasa buruk sekali ketika melakukannya. Kau bisa saja merasa ingin bunuh diri ketika menangis. Semua kejadian kejadian berputar putar di kepalamu. Dari yang paling buruk hingga yang bahagia. Apa lagi hal yang menyebabkan tangisanmu. Pasti itu yang paling berputar - putar di sekitar kepala dan hatimu. Buruk, kan?
Tapi kenapa ketika seseorang bermasalah, beberapa dari mereka menangis?
Karena sudah tidak tahan lagi? Atau karena apa?
Sampai sekarang juga gue belum menemukan jawaban pastinya. Selama ini gue cuma berspekulasi kalau orang menangis itu karena sudah terpojok dan tidak punya pelampiasan lain. Ya, dari pada bunuh diri lebih baik menangis kan? Itu pilihan paling terakhir ketika kau tidak tau ingin melampiaskan dengan cara apa lagi.
Ada satu kekuatan yang disembunyikan tangisan dibalik keburukan rasa yang dia timbulkan. Kau pernah ingat rasa setelah menangis? Kalau yang gue rasakan selama ini, ringan, dan lebih bisa berpikir secara jernih. Yang jelas jauh lebih baik dari sebelum tangisan itu meledak.
Senyuman itu menyembuhkan. Tangisan juga demikian. Hanya caranya saja yang berbeda. Ini cuma menurut pemikiran gue sih :3
Malang, 23 Oktober 2011
Sincerly, Me! :D
Cerita yang berhasil bikin gue terperangah.
Enjoy!
http://zarazettirazr.blogspot.com/
G4lau?
Malam. Ah, mungkin pagi lebih tepatnya. Jelas saja, ini kan sudah pukul 04:00 AM. Mungkin ada yang bertanya tanya, "kok lo ngeposting/nulis pagi pagi buta begini sih? Gak ngantuk apa?". Justru buat nyari ngantuk itu gue nulis. Tapi kayaknya sih useless. Buktinya mata gue masih bulet gini pas ngetik di laptop --> O.O
Cukup dengan kenapa gue nulis pagi buta.
ULANG!!
Merambat. Kenapa gue galau? Entahlah. Mungkin ini emang nandain kalo gue itu emang masih umur di bawah 17 tahun, masih imut-imut, masih lugu, masih polos, dll, dsb, swt. hahaha. Gue tau kalian yang baca lagi sibuk nyari palu buat ngehancurin blog gue (emang bisa?). Lanjut. Gak penting lah tentang kenapa sih gue ini bisa galau. Ada yang lebih penting yang mau gue kasih tau. Galau itu gak enak! Apa enaknya perasaan/emosi yang segitu banyaknya dicampur adukin jadi satu. Ya gampangnya tinggal lo bayangin aja, nanas, pisang, tomat, mangga, jeruk, durian diblender jadi satu. Betapa annoying rasa dan baunya. Bodohnya, gue bayangin.
- gue lagi dalam keadaan sedih tapi gak mau orang sekitar gue ikut sedih. Pendam.
- Next, ada kejadian yang bikin gue marah tapi gue gak ngeluapin amarah gue. Pendam.
- Lalu, gue cemburu tapi gak bisa ngeluapin/ngutarainnya. Pendam.
tag : minus work-an
