I won't do that anymore

I won't do that anymore!

Itu kalimat yang selalu bergema di hati gue. Yang dimaksud dengan 'that' di atas itu apa? Entahlah. Anggaplah gue itu salah satu orang yang gak memandang ke belakang. Jadi hal itu gak akan gue singgung di sini. Sama-sekali.

I won't do that anymore!

Perlahan hati ini terbalut janji dengan kalimat itu. Helai demi sehelai. Kalau orang bilang, seorang pembunuh itu gak bakal pernah berubah jadi seorang pengasuh, gue akui itu benar. Tapi ada beberapa bagian di dalam kalimat itu yang harus gue benahi di sini. Yang -menurut gue- itu benar adalah seorang pembunu itu bisa berubah jadi seorang pengasuh tidak dalam waktu yang cepat dan juga jika ada keinginan mutlak dari dalam hatinya.

Paham kan dengan kata 'tidak dalam waktu yang cepat'? Ya, intinya, semua itu butuh proses. Seperti ingin merasakan manisnya gula dalam secangkir kopi pahit. Gula tersebut butuh proses kan untuk bercampur dengan kopi? Nah, begitu analoginya dan seperti itu juga yang gue sedang usahakan sekarang.

Untuk yang tidak mengerti pasti dan wajar kalo berfikiran, 'katanya mau berubah. mana?'
Ya, lagi lagi gue tekanin di sini. Gue sedang dalam usaha yang sangat keras untuk bisa bilang 'akhirnya gue gak melakukannya lagi'. Kalo ada yang ngerti sih ya sukur.

Dan lagi kalo ada yang bilang kenapa gue bisa segini kuat ngejalanin sendirian. Hmm, well, gue gak sendirian :) tersirat saja pasti sudah ngerti, kan? :D

Dan satu kata yang bisa gue ucapin buat yang gak ngebiarin gue sendirian, Terimakasih :*
------------

Malang, 21 November 2011


Sincerly, Me! :3

0 komentar:

Post a Comment

tweeting everytime everywhere i am :)

kumpulan kata kata yang sangat tidak mencerminkan sikap dan tingkah laku yang pantas untuk ditiru tapi selalu saja dilakukan karena telah menjadi kebiasaan tersendiri bagi penulis dan mungkin bagi sebagian pembaca. dimohon agar tidak terkontaminasi dengan tulisan yang tertera di halaman laknat ini


My Blog List

Followers