Senyum? Kau tau?

Ketika sebuah senyuman dihargai seperti harta yang tak ternilai harganya.

Hanya beberapa orang saja yang mengerti apa arti dari sebuah senyuman. Hanya beberapa orang saja. Bahkan gue sendiri belum paham bagaimana arti senyuman dan senyum yang sesungguhnya.




Sincerly, Me.

Kau Tau? Sebaiknya Jangan Berlagak Tau.

Ada sedikit keluh semu yang menyeruak dari lubang di hatiku. Jangan berpikir macam - macam, ini hanya lubang lama yang sedikit terbuka tambalannya. Nyanyiannya sungguh semu lirih dan menyakitkan bagi yang menyadarinya.

Ya, aku hanya ingin mengucapkan beberapa kata saja. Tidak banyak.

Untuk bahasan tentang cinta. Seberapa dalam kau tahu tentang cinta? Seberapa kenal kau dengan cinta? Seberapa sering kau diperdaya oleh cinta?

Kalau membaca tentang cinta, atau memikirkan saja, sudah membuatku sesak nafas. Hei, bukan kenapa. Akan kujelaskan.

Kau pasti punya seseorang yang menembakkan panah hati tanpa ampun kedadamu, kan? Ya, aku juga punya satu. Kenapa satu? Karena hatiku cuma satu. Lain lagi ceritanya kalo hati manusia bisa membelah diri menjadi banyak seperti amuba. Hmm, para playboy pasti butuh sekali skill yang satu itu. Sayangnya itu sangat tidak mungkin. Sangat :|

Sebenarnya inti tulisan ini tidak ada. Hanya ingin mengetikkan beberapa patah kata saja. Sebentar...

Kau tau? Tentang cinta.
Aku punya kaki, dan itu sudah kau remukkan. Tau? Karena mati - matian aku mengejarmu kemana pun.
Aku punya tangan, dan itu sudah kau remukkan. Tau? Karena aku memelukmu dengan seluruh kekuatanku.
Aku punya otak, dan itu pun sudah kau remukkan. Tau? Karena tak lepas detikku memutarkan segala tentangmu di hidupku.
Aku punya hati, dan itu tidak berhasil kau remukkan. Tau? karena itu yang kupunya untuk mencintaimu dengan seluruh pembuktianku.



Sincerly, Me! :)

Airport rant

frontal aja. gue sekarang lagi kecewa se-kecewa kecewanya (asik dah kalimat gueeee)

mikir deh mikir, kenapa mendadak gue dateng dengan postingan gini. pasti gara-gara ini masalah yang lumayan serius buat gue dan perasaan gue. rasain, rasaiiiiiinn.
apaan deh ya kalimat gue di atas itu tadi -_-a lupakan.
sekarang gini. gue kasih satu kaskus, eh, kasut, eh, KASUS! ke lo.

lo punya peliharaan, (yaa walaupun kasus gue sendiri gak bisa disamain sama hewan sih -_-a) lo udah pelihara di dari kecil, gak deh gak usah dari kecil, lo pelihara dia gara-gara dia terlantar. siapa yang tega ngelihat hewan (kucing, anjing, kelinci) terlantar dengan muka unyu meminta belas kasihan? walhasil, lo pungut kan. nah, udah. lo bawa pulang, mandiin, kasih makan, obatin, semuanya deh yang berbau merawat hewan itu. udah. hewan ini lo pelihara sampe setahun lamanya terus dia mendadak aja kabur dan milih majikan lain. sakit sakit sakit *garuk-garuk tembok*

nah kurang lebih kayak gitu yang gue rasain. jauh sih sebenernya dari cerita itu. cuma gue pengen ngasih efek sakitnya aja *devil laugh*

udah yaa berhentian ngomongin sakitnya gue dan kecewanya gue. mending kita sekarang ngomongin yang lain deh.

anyway gue sekarang lagi di bandara. ngentang nungguin pesawat buat balik ke bontang. ketahuan deh gue lagi boring makanya sampe ngeblog gini. dan tau gak sih, ada artis di muka punggung gue lagi pacaran. lumayan terkenal sih. tapi gue gak minat tuh. ya kali gue abg labil yang kalo liat artis dari foto aja udah jejeritan minta digantung diri. gimana kalo gue abg labil itu dan ngeliat artisnya secara langsung di depan muka gue? Bisa bisa gue makanin ini meja kursi. Tapi sayangnya gue gak gitu, men. Hahhaha. Ngarep ya lo? Sial.

Hmm, tapi kan seru kali ya kalo gue sampe beneran makan nih meja kursi. Jadi kalo ada yang nanya sambil nyolot "LO PERNAH MAKAN BANGKU SEKOLAHAN GAK SIH?!", ya gue jawab aja "SORRY YA! GUE PERNAH MAKAN BANGKU SAMA MEJA STARBUCK SEPINGGAN!!". Huah, update banget ya gue *seruput kopi*. Keren banget gak sih guee? *sibak poni*

Mau gue ceritain apaan lagi? Yaudadeh, gara-gara gak tau mau cerita apaan, gue pamer aja kalo gue lagi minum mochiatto. Gak penting ya? Antiklimaks.
Udahan deh ya blogingnye. Udah gak tau ini mau ngetikin apa lagi buat nambahin line di blog. Buntu gara-gara ada yang mesra-mesraan di muka punggun gue. Ngomong nih sama punggung! Nasib ditinggal ya gini ini -_-a hahahha


Sekian ringkasan perasaan gue. Melaporkan dari Starbucks Sepinggan Int'l airport
sincerly, ME~!!!

Sirik tanda belum mampu.

Produktif amet ya nulis dua postingan dalam waktu setengah jam dalam sehari. Maklum pengaruh pikiran. Bukan galau loh ya. Puhlease.

Melihat sesuatu yang terang dari jauh itu sudah sedikit menyilaukan. Apalagi dari dekat, kan? Nah, itu yang gue rasain sekarang. Gak akan gue tutup tutupi soalnya ini kan bukan aurat. Tapi tentu siriknya gak berdampak jadi hal negatif yaa :p

Sudah hampir setahun gue terjebak dengan orang-orang ini. Kalo mereka baca pasti udah kege-eran dan bilang --> 'itu pasti kita yang dia maksud'. Nah, gotcha! Iya itu emang kalian. HEI! Kenapa gak disebutin aja sih siapanya. Ya, ngapain. Nanti kalian tambah terkenal dan gue jadi tambah sirik *devil laugh*

Sebenernya gue sirik karena gue gak mampu seperti mereka. Menjadii orang-orang yang bisa mereka hipnotis buat teriak 'GYAAAA!!!' versi super lebay-nya. Aih. Dunia apa ini. Itu pasti pikiran yang terlintas di otak unyu gue ketika orang-orang yang malang itu berteriak-teriak sampai sekarat, mungkin. Tapi dibalik ke 'apa-sih!'an gue, terpendam maksud untuk menyiriki mereka. Dan pasti ada waktu gue terdiam sesaat untuk mikir, kapan gue bisa kayak mereka? Muluk ya. *ngakak*

Pasti mikir deh, ngapain sih nulis ginian gak penting? Ya daripada gue ngomong langsung, enakan nulis jadi bisa nyerocos. Lagi juga gue tau mereka pasti bakal narik gue cepat atau lambat buat ada di posisi mereka. Bukan gue kege-eran sih. Sorry yeh :p

Bukannya gak mau, cuma merasa belum pantas aja. Dan gak tau kapan belum pantas itu bakal berubah jadi pantas.

Kenapa gue sering gak yakin dengan kemampuan gue sendiri? Itu semua berkat cermin ajaib. Tadaaaaa~!! *plak* bukan becandaan sih. Mungkin terlalu seringnya gue ngaca -bukan dalam konotasi sebenarnya- tentang apa yang gue bisa dan mampu.

Tapi tenang, gue masih pengen kok buat terjun bebas ke posisi itu. Hanya nunggu nyali dan skill gue gak tokak (red. looser) lagi aja.

Buat sekarang, gue sudah merasa cukup kok dengan posisi ini, posisi yang bisa menikmati -dengan penuh kesirikan- silaunya sinar kalian yang sebentar lagi bakal jadi tambah terang. Amin :)

Jangan khawatir -meskipun gak ada satupun yang khawatir xD- gue masih berusaha secara tersirat kok :)
----------

Malang, 21 November 2011


Sincerly, Me! :3

I won't do that anymore

I won't do that anymore!

Itu kalimat yang selalu bergema di hati gue. Yang dimaksud dengan 'that' di atas itu apa? Entahlah. Anggaplah gue itu salah satu orang yang gak memandang ke belakang. Jadi hal itu gak akan gue singgung di sini. Sama-sekali.

I won't do that anymore!

Perlahan hati ini terbalut janji dengan kalimat itu. Helai demi sehelai. Kalau orang bilang, seorang pembunuh itu gak bakal pernah berubah jadi seorang pengasuh, gue akui itu benar. Tapi ada beberapa bagian di dalam kalimat itu yang harus gue benahi di sini. Yang -menurut gue- itu benar adalah seorang pembunu itu bisa berubah jadi seorang pengasuh tidak dalam waktu yang cepat dan juga jika ada keinginan mutlak dari dalam hatinya.

Paham kan dengan kata 'tidak dalam waktu yang cepat'? Ya, intinya, semua itu butuh proses. Seperti ingin merasakan manisnya gula dalam secangkir kopi pahit. Gula tersebut butuh proses kan untuk bercampur dengan kopi? Nah, begitu analoginya dan seperti itu juga yang gue sedang usahakan sekarang.

Untuk yang tidak mengerti pasti dan wajar kalo berfikiran, 'katanya mau berubah. mana?'
Ya, lagi lagi gue tekanin di sini. Gue sedang dalam usaha yang sangat keras untuk bisa bilang 'akhirnya gue gak melakukannya lagi'. Kalo ada yang ngerti sih ya sukur.

Dan lagi kalo ada yang bilang kenapa gue bisa segini kuat ngejalanin sendirian. Hmm, well, gue gak sendirian :) tersirat saja pasti sudah ngerti, kan? :D

Dan satu kata yang bisa gue ucapin buat yang gak ngebiarin gue sendirian, Terimakasih :*
------------

Malang, 21 November 2011


Sincerly, Me! :3

:) vs :'(

Ketika sebuah senyuman dihargai seperti harta yang tak ternilai.

Hanya beberapa orang saja yang mengerti apa arti dari sebuah senyuman. Hanya beberapa orang saja. Gue sendiri yang udah hidup lebih dari 15 tahun di dunia ini belum mengerti apa arti dari senyuman. Yang gue tau hanya, ketika tersenyum itu semuanya terasa ringan sekali. Seperti tidak ada beban. Padahal, masalah yang menumpuk itu banyak. Sekali.

Kau ingat senyuman bayi?
Pernah melihat bayi tersenyum dengan lebarnya?
Menyenangkan bukan melihatnya?

Senyuman mungkin salah satu dari obat terbaik yang diciptakan tuhan. Dari senyuman kita bisa untuk tidak, atau mungkin lebih tepatnya mengabaikan rasa sakit yang kita rasakan. Itulah senyuman. Healing. Walau cuma sesaat sih. Tapi cukup membantu kan untuk orang yang ingin rehat (sangat) sebentar dari masalahnya.

ketika sebuah tangisan muncul, sebuah kejujuran akan tampak.
Tangisan itu sesuatu yang sangat dihindari. Mengapa? Karena kau akan merasa buruk sekali ketika melakukannya. Kau bisa saja merasa ingin bunuh diri ketika menangis. Semua kejadian kejadian berputar putar di kepalamu. Dari yang paling buruk hingga yang bahagia. Apa lagi hal yang menyebabkan tangisanmu. Pasti itu yang paling berputar - putar di sekitar kepala dan hatimu. Buruk, kan?

Tapi kenapa ketika seseorang bermasalah, beberapa dari mereka menangis?
Karena sudah tidak tahan lagi? Atau karena apa?

Sampai sekarang juga gue belum menemukan jawaban pastinya. Selama ini gue cuma berspekulasi kalau orang menangis itu karena sudah terpojok dan tidak punya pelampiasan lain. Ya, dari pada bunuh diri lebih baik menangis kan? Itu pilihan paling terakhir ketika kau tidak tau ingin melampiaskan dengan cara apa lagi.

Ada satu kekuatan yang disembunyikan tangisan dibalik keburukan rasa yang dia timbulkan. Kau pernah ingat rasa setelah menangis? Kalau yang gue rasakan selama ini, ringan, dan lebih bisa berpikir secara jernih. Yang jelas jauh lebih baik dari sebelum tangisan itu meledak.


Senyuman itu menyembuhkan. Tangisan juga demikian. Hanya caranya saja yang berbeda. Ini cuma menurut pemikiran gue sih :3


Malang, 23 Oktober 2011


Sincerly, Me! :D

Cerita yang berhasil bikin gue terperangah.


Ada sebuah cerita nyata yang inspiratif banget di blog milik ZZZ (Zara Zatthira) yang (mungkin. gue sok tau sih :p) memang dibuat khusus untuk cerita itu. 'Lo, Gue, End!' judulnya. Dan, Loe Gue End True Story 30 ribu hits in 3 days!! Wow!

Awalnya gue males bacanya. Wajar, karena ceritanya lumayan panjang dan ber-part sampe puluhan pula. Tapi setelah gue baca (karena penasaran), gue berhasil dibuat terperangah! dan melek juga. Intinya, setelah gue baca cerita ini, gue jadi ngerti gimana sih cara mandang dunia itu dari sudut yang lain, bukan satu sisi aja. Dunia bulet dong, mana bisa dilihat sesisi doang. Analoginya nih ya, misal lo ngaca nih, serem dong kalo cuma bisa lihat badan lo sebelah kiri doang sedangkan sisanya enggak. Nah sebangsa itu, lah. Sorry gue gak jago ber-analogi :p. Meskipun emang awalnya gue ber'apasih!' ke ceritanya, tapi makin ke ending gue malah makin exited karena ceritanya yang gak biasa itu!

Kenapa gue heboh banget sama cerita di blog ini yang kenyataannya hanya diary seorang cewek yang di-emailkan ke ZZZ? Ya iya lah! Gak mungkin ZZZ sampe ngepost cerita ini di blognya kalo memang cerita ini biasa! Zara Zatthira, woi! Tambah penasaran plus exited lah gue buat tau ending ceritanya yang emang belom di post. Kenapa? Karena ZZZ mau ketemuan sama si empunya cerita habis lebaran tahun ini di Jakarta buat ngomongin ending ceritanya.

Dan pastinya gue juga respect sama cewek yang punya hidup gak biasa ini. Soalnya dia mau nge-share ceritanya yang emang bikin orang melek dunia gak cuma sesisi.
Can't wait! Karena gue penasaran endingnya dan karena memang ceritanya bintang 8 diamond (emang ada?)! :D
Ya dari pada gue nyerocos dan lo cuma nganggep 'apaan sih nih orang!', mending lo buka aja terus baca, biar tau opini lo sama apa enggak sama gue. Sama ya sukur, beda yauda sih gak usah ribet lanjutin aja hidup lo :D

Enjoy!

http://zarazettirazr.blogspot.com/

tweeting everytime everywhere i am :)

kumpulan kata kata yang sangat tidak mencerminkan sikap dan tingkah laku yang pantas untuk ditiru tapi selalu saja dilakukan karena telah menjadi kebiasaan tersendiri bagi penulis dan mungkin bagi sebagian pembaca. dimohon agar tidak terkontaminasi dengan tulisan yang tertera di halaman laknat ini


My Blog List

Followers